Sabtu, 24 Juni 2017
Selasa, 09 Mei 2017
Komputer Dan Masyarakat
E-Goverment dan E-Governance
1. Pengertian E-Goverment
E-Goverment adalah penggunaan teknologi
informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi
warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.
e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi
publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik,
atau proses kepemerintahan yang demokratis.
2. Tujuan E-Goverment
Terdapat 3 tujuan utama
diterapkannya E-Goverment, yaitu :
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
dari layanan ke masyarakat berbasis teknologi informasi
Untuk mendukung terjadinya proses
pemerintahan yang bersih dan transparan, hal ini terkait dengan disediakannya
layanan yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan
kebijakan-kebijakan pemerintah.
Membantuk memperbaiki terhadap organisasi
pemerintahan (birokrasi), perbaikan manajemen waktu untuk kedisiplinan serta
produktifitas pegawai, serta manajemen keuangan pada pemerintahan yang
terintegrasi.
3. Ada tiga model penyampaian
E-Government, antara lain :
Government-to-Citizen atau
Government-to-Customer (G2C)
Adalah penyampaian layanan publik dan
informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran
informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, contohnya G2C :
Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi
(Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan
imigrasi, Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
Government-to-Business (G2B)
Adalah transaksi-transaksi elektronik
dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan
bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk
dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui
peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Aplikasi yang
memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.Contoh :
Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan, peraturan pemerintah
(Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak
paten merk dagang, dll
Government-to-Government (G2G)
Adalah Memungkinkan komunikasi dan
pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui
basisdata terintegrasi. Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan
legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara
terpadu.
4. Elemen Utama E-Goverment
Terdapat 3 elemen utama yang saling
berkaitan didalam e-goverment, yaitu :
Masyarakat
Masyarakat dengan penerapan e-goverment
dapat dengan mudah memperoleh akses informasi yang bermanfaat terkait dengan
potensi wilayah, kependudukan serta pengembangan.
Operator
Operator berperan dibidang operasional dan
bertugas mengoperasikan sistem informasi yang digunakan dalam penyelenggaraan
pelayanan pemerintahan di e-goverment agar masyarakat dapat dilayani dengan
baik
Pengambil keputusan (pemerintah)
Pengambil keputusan (pemerintah), sistem
yang baik harus mamapu menyajikan data kedalam berbagai bentuk, sehingga dapat
meningkatkan dan memudahkan kinerja para pengambil keputusan, contohnya
penerapan metode kecerdasan buatan serta metode pengambilan keputusan didalam
pertimbangan pengabilan kepurusan
5. Pengertian E-Governance
E-governance atau electronik governance
merupakan wujud dari governance (tata kelola pemerintahan) yang dijalankan oleh
pemerintah pusat dan daerah didalam melakukan pelayanan publik ke masyarakat
dengan berbasiskan teknologi.
6. Pelaku Utama E-Governance
E-governance memiliki 3 pelaku utama yaitu
:
Goverment (pemerintah)
Pemerintah sebagai penentu kebijakan
tentunya memegang peranan penting didalam pemberian kebijakan, izin,
pemantauan, dan menjalankan aspirasi masyarakat serta mewakili daerah dan
negara dala kerja sama dengan pelaku bisnis serta dengan daerah atau negara
lainnya
Citizen (masyarakat)
Citizen (masyarakat) merupakan kelompok
atau pelaku dalam e-governance yang berperan sebagai pemantau dalam jelannya
pemerintahan. Baik dalam hal memberi masukan, kritik, penikmat layanan yang
disediakan oleh pemerintah, serta menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang
diperlukan baik pemerintah maupun lingkungan swasta (bisnis).
Business atau Interest Group (pengusaha,
swasta, dan pihak terkait)
Didalam kelompok ini terdapat kelompok
perorangan, organisasi yang terlibat dalam kegiatan bisnis, industri,
penjualan, pembelian dan distribusi. Pelaku group bisnis ini akan membentuk
hubungan Governance To Business (G2B).
Adapun meran utama dari kelompok bisnis
dalam e-governance adalah sebagai motor penggerak untuk menyediakan SDM dan
implementasi teknologi untuk implementasi e-goverment dan e-governance bagi
pemerintah dan masyarakat.
Langganan:
Komentar (Atom)